Tampilkan postingan dengan label sosial. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sosial. Tampilkan semua postingan

Kamis, 24 Januari 2013

Pemicu Adanya Perkosaan

Pemicu Maraknya Tindakan Pemerkosaan
Pemicu Maraknya Tindakan Pemerkosaan - Jumlah kasus pemerkosaan terus mengalami peningkatan, termasuk di Indonesia. Diperkirakan sepanjang tahun 2011, ada sekitar 40 kasus pemerkosaan yang dilaporkan.

Namun apa sebenarnya penyebab kasus kekerasan seksual ini makin marak terjadi ? Menurut Psikolog Alissa Wahid, berikut beberapa hal yang memicu terjadi pemerkosaan.

1. Kekuasaan
Pemerkosaan dipicu oleh adanya need of power atau kebutuhan akan kekuasaan terhadap seorang wanita. Untuk menunjukkan bahwa dirinya berkuasa, mereka melakukan segala cara, termasuk pemerkosaan.

2. Ketidakmatangan Individu
Dalam beberapa kasus, ketidakmatangan individu menjadi penyebab meningkatnya tindak pemerkosaan. Ketidakmatangan ini dipengaruhi oleh kurangnya pengetahuan soal tindak kekerasan seksual. Faktor lingkungan juga turut menyumbang kurang terbentuknya kematangan individu ini.

3. Perceraian
Ada lebih dari 300 ribu kasus perceraian terjadi di Indonesia. Pasangan suami istri yang memutuskan bercerai umumnya disebabkan karena kasus tindak kekerasan dalam rumah tangga.

4. Kasus yang dilema
Tak sedikit korban pemerkosaan yang memilih bungkam. Ini sebabnya, pemerkosaan disebut sebagai kasus dilematis.

"Hanya sekitar 30 persen korban pemerkosaan yang berani melaporkan kejadian kekerasan seksual yang menimpanya. Dengan kata lain, hingga saat ini belum ada satuan data statistik pasti yang menunjukkan berapa banyak jumlah korban pemerkosaan," ujar Alissa.

5. Rendahnya kualitas seseorang
Masih ingat dengan pernyataan calon Hakim Agung Daming Sanusi ? Menurutnya pernyataan ini hanya lelucon semata. Namun sayang di mata psikolog ini menjadi bukti paling dasar tentang kualitas diri seseorang.

"Semua orang yang mengolok tindak pemerkosaan artinya mereka menista korban pemerkosaan," kata Alissa.

Alissa juga menambahkan, kasus pemerkosaan ini sebenarnya merupakan hal yang sensitif dan harus mendapatkan tindak toleransi. Oleh karena itu masyarakat harusnya melihat kasus ini dari paradigma korban bukan paradigma suka sama suka

Kamis, 17 Januari 2013

Israel Bongkar Kemah Palestina di Tepi Barat

Tenda yang dibongkar (Foto: AP)
Tenda yang dibongkar (Foto: AP)
YERUSALEM – Aparat Israel membongkar kemah yang didirikan aktivis Palestina di pinggiran Kota Yerusalem Timur. Kemah tersebut dibangun di lokasi yang direncanakan akan didirikan pemukiman Yahudi sebagai bentuk protes teradap Israel.

Aparat Israel membongkar kemah tersebut setelah mendapatkan lampu hijau dari pengadilan negara Zionis tersebut. Sebelumnya Israel telah menangkap para aktivis yang selama 3 hari tinggal di perkemahan itu.

“Tidak ada lagi kemah yang berdiri di wilayah tersebut, proses pembongkaran sendiri berlangsung tanpa ada insiden apapun,” ujar juru bicara kepolisian Israel Micky Rosenfeld, seperti dikutip Reuters, Kamis (17/1/2013).

Kemah tersebut didirikan aktivis Palestina di wilayah E1 pada Jumat 11 Januari lalu. Wilayah E1 memiliki arti penting bagi Palestina karena menjadi penghubung antara Kota Yerusalem Timur dengan wilayah Palestina lainnya di Tepi Barat.

Perdana Menteri Benyamin Netanyahu berencana untuk mendirikan pemukiman Yahudi di wilayah E1 sebagai balasan atas keberhasilan Palestina mendapatkan status negara peninjau non-anggota di Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) November lalu. Rencana Netanyahu itu pun dikecam komunitas internasional karena dianggap akan membuat pendirian negara Palestina menjadi mustahil.

Pengadilan mengizinkan pembongkaran kemah untuk mencegah terjadinya bentrokan antara aktivis Palestina dengan pihak Israel. Namun hal tersebut dibantah oleh pihak aktivis yang menyatakan aksinya tersebut adalah aksi damai.

Sekitar 500 ribu warga Israel menempati pemukiman-pemukiman Yahudi yang didirikan negara zionis itu di Tepi Barat. Pemukiman Yahudi di Tepi Barat sendiri dianggap komunitas internasional sebagai perbuatan yang ilegal, walaupun selama ini Israel selalu dapat berkelit dari sanksi atas ulahnya itu.

Sabtu, 12 Januari 2013

BERITA : MENTERI SOSIAL BEDAH KAMPUNG


BERITA : MENTERI SOSIAL BEDAH KAMPUNG


Indonesia dengan segala keragaman dan kekayaan alam yang ada didalamnya menyiman begitu banyak cerita. Negeri yang kaya dengan sumber daya alam tetapi sungguh ironis rakyatnya masih jauh dari kata "sejahtera". Adanya perbedaan pola hidup yang berakibat kesenjangan sosial yang sangat jauh, berpotensi menimbulkan konflik dan masalah sosial lainnya.Kemiskinan telah menjadi fenomena sosial yang menuntut perhatian serius dari semua pihak baik pemerintah maupun masyarakat . Minimnya sarana bermukim masyarakat hingga kini menjadi potret miris kesenjangan sosial.Program penyelenggaraan kesejahteraan sosial yang dilaksanakan selama ini belum mampu sepenuhnya menjawab permasalahan kesejahteraan sosial. Penyelenggaraan kesejahteraan sosial berkelanjutan menjadi tuntutan dalam membangun suatu daerah. Kemiskinan adalah persoalan utama di negeri ini ditengah meledaknya pertumbuhan penduduk.Salah satu program pemerintah yang dicanangkan oleh Kementerian Sosial untuk mengatasi kemiskinan adalah Bedah Kampung. Kementerian Sosial melalui program Bedah Kampung berupaya memutus mata rantai kemiskinan yang ada dengan memperbaiki rumah-rumah yang tidak Layak Huni agar warganya dapat hidup lebih nyaman dan lebih layak lagi dengan melibatkan elemen pemerintahan, TNI, Polri, Tagana, Karang Taruna, Perguruan Tinggi dan organisasi-organisasi sosial di masyarakat.Saksikan kiprah pemerintah dengan berbagai elemen masyarakat tersebut dalam tayangan feature "Menteri Sosial Bedah Kampung" pada program acara Coffee Break, Selasa, 31 Juli 2012, pukul 10.30-11.00 wib, di stasiun TV One. (Dok. Biro Humas)

PERINGATAN HARI DISABILITAS DI TINGKAT JAWA BARAT


BERITA : PERINGATAN HARI DISABILITAS DI TINGKAT JAWA BARAT


Pada  Peringatan HDI  Tingkat  Nasioanal yang dilaksanakan pada 3 Desember 2012  bertempat  di Taman Mini Indonesia  Indah Jakarta Gubernur  Jawa Barat             DR. (HC) H.AHMAD HERYAWAN, Lc  , memperoleh penghargaan Upaya Peningkatan Kesejahteraan Sosial Penyandang Disabilitas   yang diserahkan oleh  Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat  Agung Laksono.
Pemberianbantuan  simbolik dan penghargaan  yang diberikan  oleh Gubernur   Jawa  Barat  yang berhubungan  dengan kegiatan Dinas  Sosial  Provinsi Jawa  Barat  sebagai berikut  :
1. MISBAH  dari  Kec. Tarogog Kaler  Kabupaten Garut, sebagai penerima  simbolik Bantuan  Sosial Gubernur  berupa Modal Usaha Ekonomi  Produktif  untuk  395  orang penyandang disabilitas tersebardi 19  Kabupaten/Kota, masing-masing  Rp. 5.250.000,-  .
2.  Bantuan  Alat Bantu  Fisik   untuk 80 orang tersebar  di   20 Kabupaten /Kota masing  kab.Kota  menerima 4 alat  bantu ( Tongkat Ketiak, Tongkat Putih, Hearing Aid  dan Kursi Roda ).    AMIRA  dari Kp. Sukabungah Rt.02, /Rw.05  desa wangunjaya Kec. Cikalong Wetan dan  tongkat putih diterima  secara simbolik  ,   dan SULAEMAN  dari Jln..Balonggede  Kota  Bandung  sebagai  penerima  bantuan Kursi Roda .
3. MOH. ALFIN  dariSLB  Al Masduki   Kabupaten Garut, sebagai penerima simbolik  Bantuan Peralatan Sekolah  untuk 250Anak Cacat   tersebar di Kabupaten Majalengka, Kuningan, Garut, Cianjur dan Sukabumi, 
4. Prof. DR. KPHAWINARNO  RESTU  JAYANINGRAT, M.Sc   sebagai ketua umum   Yayasan Amallillah   beralamat di Jalan Jati  Makmur  No. 10 Rt.02/ RW.08    Kelurahan     Jati Makmur  Kecamatan  Pondok Gede Kota Bekasi,   menerima penghargaan  Upaya Peningkatan  Kesejahteraan  Sosial Penyandang  Disabilitas,  karena kepeduliannya   memberikan alat bantu fisik  bagi  100 orang    Penyandang  Disabilitas , yang terdiri  78 Kursi  Roda, 11  tongkat  ketiak, 9 tongkat  putih ).
                   Selanjutnya  bantuan  dari   ketua Yayasan Amallilah, setelah seluruh  rangkaian acara selesai,   Ibu Kepala  Dinas  Sosial Provinsi menyerahkan   alat  bantufisik  bantuan dan    
      diterima  langsung oleh  penyandang  disabilitas penerima   bantuan dan disaksikan  oleh  pendamping   Dinas/Instansi  Sosial Kabupaten/Kota  yangmengusulkan  penerima  bantuan tersebut,  sebagaimana foto-foto  kegiatan.
Dengan dilaksanakannya kegiatan  Hari  Disabilitas Internasional ini , diharapkan semua fihak  dapat berkontribusi  mendukung , dengan  cara  :
1.      Menerima kehadiran penyandang disabilitas dalam  lingkungan sosial
2.      Memahami bahwa penyandang disabilitas bukan orangyang tidak berdaya, tetapi perlu mendapat kesempatan untuk menunjukkankemampuannnya
Memfasilitasikebutuhannya  dalam ruang  gerak sosial dan pekerjaannya.

Selasa, 08 Januari 2013

Kebakaran Maut


MEDAN- Tiga rumah dan belasan lapak dagangan warga di jalan Timah, Kecamatan Medan Area hangus dilalap si jago merah. Belum diketahui pasti penyebab kebakaran, namun kerugian ditaksir mencapai ratusan juta rupiah, Minggu, (6/1/2013) Medan.

Data yang berhasil dihimpun, api diduga pertama kali dari salah satu warung yang berjualan minuman dan langsung merambat ke warung lainnya serta rumah warga. "Apinya dari warung, karena angin kencang makanya api cepat menyebar," kata Hasan, warga sekitar.

Berdasarkan pantauan Okezone, lima unit mobil pemadam kebakaran milik Pemkot Medan diturunkan ke lokasi dan hingga saat ini api belum bisa dipadamkan karena sebagian rumah terbuat dari kayu.

Selain itu, warga sekitar berdatangan untuk membantu petugas pemadam sedangkan warga lainnya hanya berdiri melihat-lihat sehingga membuat macet dan menyulitkan kerja petugas.